Penelitian terbaru dalam Journal of Neuroscience (2024) medusa88 mengungkap rahasia di balik hidung legendaris Beagle: sel basal olfaktori di hidung mereka melakukan mitosis (pembelahan sel) untuk memproduksi 50 juta neuron penciuman baru setiap hari. Angka ini 8x lebih cepat daripada anjing ras lain, menjelaskan mengapa Beagle bisa melacak aroma berusia 2 minggu di medan seluas 10 hektar. Mekanisme regenerasi ini dipicu oleh gen OLFR-78 yang unik pada Beagle, memungkinkan sel punca di epitel hidung membelah diri setiap 20 menit tanpa risiko kanker.
Biologi Supercharged
- Siklus Sel Kilat: Sel basal Beagle menyelesaikan fase mitosis hanya dalam 45 menit (manusia: 24 jam) berkat ekspresi tinggi protein CDC25B pengatur pembelahan.
- Jaringan Spons Neuron: Lapisan hidung Beagle memiliki 6 lapisan neuron penciuman yang terus berganti, berbeda dengan struktur 3 lapis pada anjing lain.
- Autophagy Cerdas: Sel tua “kanibal” diri via lisosom dalam 15 menit, menyediakan material untuk neuron baru.
Aplikasi Medis Revolusioner
Ilmuwan di Harvard Stem Cell Institute berhasil mengisolasi faktor pertumbuhan dari sel basal Beagle untuk eksperimen regenerasi saraf tulang belakang manusia. Hasil awal menunjukkan peningkatan 34% kecepatan regenerasi akson pada tikus paraplegik. “Mimpi kami meniru mekanisme ini untuk atasi Alzheimer dan Parkinson,” ujar Dr. Emily Zhang, ketua tim peneliti.
Tantangan Etis
Meski menjanjikan, riset ini menuai kritik karena melibatkan biopsi jaringan hidung Beagle hidup. Aktivis menuntut pengembangan metode kultur sel 3D sebagai alternatif. Namun, para ilmuwan berargumen: “Memahami alam adalah langkah pertama mengalahkan penyakit.” Dengan 1 dari 5 Beagle pelacak kini jadi donor sel punca, perdebatan antara etika dan kemajuan medis terus memanas.